Dampak Terburuk Bisnis Event Organizer Ditengah Pandemi

EventelephantDampak Terburuk Bisnis Event Organizer Ditengah Pandemi Perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia yang terus berkembang setiap tahun memberikan angin segar bagi sektor perekonomian Indonesia, terlihat dari dukungan UMKM sebagai perekonomian negara. UKM berperan dalam meratakan perekonomian, mengurangi kemiskinan dan menyediakan devisa. Pemerintah sangat memperhatikan UMKM yang bergerak di bidang produk, jasa dan kreativitas. Salah satu landasan UMKM pemerintah adalah mengintegrasikan produk dan layanan komersial UMKM dengan memberikan penciptaan nilai dalam segala hal yang diselesaikan dan dilaksanakan oleh UMKM.

Dampak Terburuk Bisnis Event Organizer Ditengah Pandemi

Dampak Terburuk Bisnis Event Organizer Ditengah Pandemi
eventelephant.com

Nasip UKM Ditengah Pandemi Covid-19

Di awal tahun 2020, dunia dan Indonesia mengalami berbagai guncangan yang sangat serius, virus Covid-19 melanda dunia. Dunia terpaksa mengalah pada situasi dimana masyarakat harus menjaga jarak dan tidak boleh bersentuhan satu sama lain. lainnya. Doa dihentikan, gereja dihentikan, dan perdagangan dihentikan. Pusat ditutup, pusat hiburan ditutup, dan kegiatan termasuk mengundang orang banyak dihentikan. Menariknya, pandemi COVID-19 di Indonesia terus menyebar, dan jumlah penderita positif virus terus meningkat, akibatnya tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan tetapi juga pada sektor ekonomi, pariwisata dan hiburan.

Baca Juga: Jajaran Jasa Event Organizer Terbaik Artis

Karena keterbatasan aktivitas manusia, sektor peredaran uang tiba-tiba mengalami stagnasi, salah satunya dipengaruhi oleh usaha kecil dan menengah. Dengan adanya transisi ke normal baru, diharapkan UKM dapat beradaptasi dengan kondisi yang ada. Event Organizer merupakan salah satu UMKM kreatif yang berperan dalam perekonomian Indonesia. Selain itu, dunia usaha penyelenggara acara menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dalam enam tahun terakhir, terbukti dengan semakin banyaknya berbagai bentuk badan usaha yang bergerak di bidang kegiatan barang dan jasa skala kecil dan besar seperti dikutip dari tempo.co.

Menurut definisi, penyelenggara acara adalah pengelola acara (penyelenggara acara). Bentuk penyelenggara acara sebenarnya sudah banyak dikenal di berbagai organisasi kemasyarakatan, lingkungan kerja dan lingkungan pendidikan (produksi internal). Dalam hal ini, selain pembatasan transaksi, beberapa unit bisnis pun langsung diberhentikan, salah satunya event organizer. Untuk menghindari keramaian, penerbitan izin dihentikan, dan pemerintah serta masyarakat fokus pada persiapan untuk mengisolasi pasien dan mendirikan tempat isolasi serta fasilitas medis lainnya. Dengan cepat, industri kreatif di bidang penyelenggara acara mengurangi pesanan dan acara. Orang-orang suka tinggal di rumah dan menonton berita melalui TV, radio, media sosial, Youtube, dan aplikasi lainnya.

 

Potensi Kerugian Besar

Potensi Kerugian Besar
eventelephant.com

Lantas, bagaimana nasib para pengusaha yang menginjakkan kaki di bidang ini dalam kondisi saat ini? Pertanyaan ini patut ditanyakan karena industri EO merupakan industri dengan potensi pertumbuhan tinggi sekitar 15% hingga 20%, dan nilai industrinya melebihi Rp 500 triliun. Saat ini terdapat sekitar 4.000 pelaku usaha, dan angkatan kerja formal menyerap sekitar 40.000 orang. Selain itu, industri juga melibatkan semua aspek, tentunya banyak orang. Sementara itu, karena salah satu cara penyebaran wabah penyakit Covid 19, saat ini dilarang.Karena pandemi Covid 19, industri telah menyelenggarakan acara seperti EO (Event Organizer) dan mengadakan berbagai insentif, pertemuan. He Exhibition (MICE) kehilangan potensi pendapatannya, dan diperkirakan total pendapatannya mencapai Rp. 6,9% triliun. Perkiraan ini dikomunikasikan oleh IVENDO (Industri Acara Indonesia) dalam survei yang disebut dampak Covid-19 pada industri acara Indonesia.

Oleh karena itu, bagaimanapun juga untuk tujuan dari sebuah bisnis itu sendiri adalah untuk mendapatkan sebuah keuntungan. Laba itu sendiri saebenarnya juga membutuhkan: keahlian pemasaran, adaptasi terhadap perubahan, keterampilan manajemen,  sumber daya keuangan, bertindak secara etis, dan kepatuhan terhadap hukum.

Kegiatan Bisnis ini Meliputi:

Manajemen: fungsi yang melibatkan perencanaan, organisasi, kepemimpinan dan kontrol (oleh karena itu, diperlukan manajemen yang kuat agar perusahaan dapat bertahan di era pandemi ini)
Pemasaran: Fokus dari semua aktivitas pemasaran adalah untuk memuaskan pelanggan (pelanggan adalah tujuan utama, dan ide yang dibuat adalah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan)
Keuangan: Mengacu pada semua aktivitas yang berkaitan dengan menghasilkan uang dan penggunaan dana secara efektif (penggunaan keuangan secara efektif dalam setiap aktivitas yang dilakukan)

Penyelenggara acara Indonesia

Dalam pandemi Covid 19 kali ini, para pelaku bisnis kreatif Indonesia, pemerintah dan pelaku UMKM lainnya perlu memperhatikan beberapa hal khususnya. Dampaknya terhadap UMKM sangat kuat dan signifikan. Saya bisa gambarkan seperti ini:

Dampak langsung pandemi pada pelaku UMKM jasa kreatif:

Izin aktivitas offline telah dibatalkan karena COVID-19 dapat menyebarkan COVID-19, dan dilarang membawa orang dan aktivitas dalam ruangan ke dalam ruangan karena berpotensi menyebarkan COVID-19. PSBB (pembatasan sosial skala besar) memiliki dampak langsung: layanan tidak dapat dijual karena pandemi dan peraturan pemerintah (tidak ada permintaan)

Dampak tidak langsung pandemi pada pelaku UMKM jasa kreatif:

Di tingkat makro, karena pembatasan sosial, industri terkait lainnya akan terpengaruh, seperti katering, transportasi, jasa konstruksi, dll. Perilaku masyarakat dalam “bekerja dari rumah” menyebabkan kemerosotan ekonomi makro (penurunan ekonomi Indonesia – penurunan daya beli – efisiensi – anggaran pemasaran customer event organizer berkurang), yang melanda industri event organizer itu sendiri.

Melihat keadaan di atas, menurut saya pelaku UKM creative service harus bisa segera bergerak / mencipta ide-ide gila dengan mentransfer bisnis (dari menyelenggarakan event offline ke event online), namun tetap memperhatikan esensi event offline yaitu pengalaman, partisipasi. , Motivasi, seperti menghubungkan orang, menghubungkan merek dengan pelanggan, dan menghubungkan pemilik anggaran dengan audiens mereka, dan interaksi dua arah, melalui penggunaan platform media sosial / zoom atau platform yang ada di webinar untuk mendemonstrasikan perkembangan teknologi streaming. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mempertahankan layanan pelanggan, peserta layanan kreatif dapat mengambil beberapa ide luar biasa ketika beralih dari offline ke online, yaitu:

 

Konferensi Panggung online

Konferensi Panggung online
eventelephant.com

Kirim makanan acara ke rumah penonton melalui menu premium. Kemampuan meningkatkan keterampilan tenaga creative service pada organisasi pelaku UMKM sehingga dapat memenuhi persyaratan kualifikasi dalam event online.
Peserta layanan kreatif harus mendominasi barang dan teknologi online untuk merebut peluang pasar
Peserta layanan kreatif tidak boleh menggertak, tetapi harus beralih ke atau mentransfer layanan bisnis

Dalam mendukung pemasaran peserta jasa kreatif, dapat merupakan konsep bauran pemasaran yang banyak digunakan yaitu produk, harga, lokasi dan promosi. Dalam kasus pandemi, kebutuhan hiburan masyarakat sebenarnya tinggi karena lebih banyak di rumah Orang, jadi merubah produk yang tadinya offline menjadi online dan produk yang mudah di akses, maka harga (price) nya juga harus sangat terjangkau seperti gratis, karena pendapatan masyarakat sangat berkurang, jika ada pungutan maka donasi di utamakan karena masyarakat akan sangat peduli. Untuk tempat (lokasi) yang sebelumnya sudah menjadi dinamis dan virtual area yang sangat kompetitif akan diubah sesuai dengan kebutuhan produk, selanjutnya hanya perlu diperhatikan promosi yang benar.Biasanya digunakan pada media terestrial seperti media digital seperti media sosial, YouTube, dll.

Ivendo dan Ikatan Penyelenggara Profesional Indonesia (IPOS) melakukan survei terhadap 112 EO yang tersebar di 17 provinsi, dan hampir separuhnya berasal dari DKI Jakarta. Mereka menemukan bahwa 96% EO juga sudah mengalami penundaan atau pembatalan sebuah acara terkait tentang wabah Covid -19 yang ada saat ini. Potensi pendapatan yang hilang oleh masing-masing Penyelenggara Acara sekarang itu berkisar diantara Rp 2,2 miliar rupiah hingga Rp 5,6 miliar rupiah. Kemudian, Ivendo menghitung taksiran kerugian pendapatan industri acara secara nasional berdasarkan angka ini. “Jika per Mei 2018 jumlah EO / penyelenggara profesional dari 7 komunitas di Indonesia ada 1.218 perusahaan, maka potensi kerugian untuk seluruh Indonesia paling sedikit Rp 2,6 triliun, maksimal Rp 6,9 triliun dolar AS dalam penyelidikannya Laporan itu berbunyi.

Perusahaan event hosting atau EO telah menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi kerugian yang disebabkan oleh Covid -19. Menurut survei Ivendo dan Ipos, strategi yang paling banyak digunakan adalah mengurangi jam kerja karyawan dan mengizinkan karyawan mengambil cuti hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan acara berencana untuk mendiversifikasi produk atau bisnis transfer mereka.

Namun ada juga beberapa penyelenggara acara yang mengatakan jika wabah Covid -19 terus berlanjut sepanjang tahun 2020 maka mereka akan menutup usahanya.Hal ini dikarenakan tidak ada permintaan kerja dari pihak yang menyelenggarakan acara dan mereka khawatir akan terjadinya acara. Karena kekhawatiran dan masalah perizinan serta biaya, jika tidak sedikit orang yang berpartisipasi akan sangat mahal dan tidak akan ada wisatawan yang berpartisipasi.

Baca Juga : 22 Spots Outbound di Daerah Lembang (Bandung)

Dalam situasi pandemi saat ini, sekali lagi kita akan mendalami sifat dan sifat bisnis yang akan saya bahas, Bisnis EO adalah bisnis yang bergerak di bidang jasa kreatif, dan setiap event membutuhkan orang-orang baru dan ide-ide baru. Akan diberikan kepada pelanggannya. Mengenai hakikat suatu perusahaan terdapat teori yang dapat dikomunikasikan, pada intinya perusahaan berusaha mencari keuntungan dengan menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Produk meliputi: barang berwujud, jasa dan ide.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!